Refleksi P5 Kelas 8C SMPN Ekologi Kahuripan Padjajaran Purwakarta

Profil Pelajar Pancasila

doc. Sakola
Kelas: 8C

Sekolah: SMPN Aekologi Kahuripan Padjajaran Purwakarta

Pembimbing: Almira Farras, S.Pd (Wali kelas 8C)

Tanggal: 16/11/2023

Hari ini, kami melakukan refleksi terhadap proses penanaman padi yang telah kami lakukan. Berikut urutan proses penanaman padi yang kami jalani hingga saat ini:

1.   Persiapan lahan: Kami membersihkan lahan dari gulma dan meratakan tanah untuk persiapan penanaman padi.

2.   Pengolahan tanah: Tanah diolah agar subur dengan melakukan penggemburan, pengapuran, dan pemupukan.

3.   Penanaman bibit: Kami menanam bibit padi secara teratur dalam barisan dengan jarak yang tepat.

4.   Pemeliharaan tanaman: Kami melakukan pemeliharaan seperti penyiraman, pemupukan tambahan, pengendalian hama dan penyakit, serta penyiangan gulma.

5.   Panen: Setelah tanaman padi mencapai kematangan, kami memanen padi dengan cara memotong batangnya dan mengumpulkan malai padi. Kemudian, malai padi dijemur dan diolah lebih lanjut.

Menurut kami, kondisi hasil padi kelompok kami tidak sepenuhnya sesuai dengan yang seharusnya. Hal ini disebabkan oleh beberapa kendala yang kami hadapi selama proses penanaman. Salah satunya adalah serangan hama yang cukup parah, seperti wereng dan penyakit blast. Meskipun kami melakukan upaya pengendalian, hasil panen tidak optimal karena kerusakan yang disebabkan oleh serangan hama dan penyakit tersebut.

Jika waktu dapat diulang, proses yang ingin kami perbaiki adalah pemeliharaan tanaman. Kami menyadari bahwa kami perlu meningkatkan pemantauan terhadap serangan hama dan penyakit, serta melakukan tindakan pencegahan yang lebih efektif. Selain itu, kami juga ingin memperbaiki strategi pemupukan dan penyiraman agar tanaman dapat tumbuh lebih baik.

Dari urutan proses yang telah kami jelaskan, proses yang paling menyenangkan bagi kami adalah penanaman bibit. Kami merasa senang dan bersemangat saat melihat bibit padi yang sehat ditanam dengan hati-hati di lahan pertanian. Proses ini memberikan harapan dan awal yang baik dalam mengembangkan tanaman.

Namun, dari urutan proses yang sama, proses yang paling sulit dilakukan adalah pemeliharaan tanaman. Mengendalikan hama dan penyakit serta menjaga keseimbangan nutrisi tanaman membutuhkan pemahaman dan pengalaman yang mendalam. Selain itu, proses pemeliharaan ini membutuhkan upaya yang berkelanjutan dan konsisten agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang optimal.

Kami juga menghadapi beberapa tantangan dan hambatan selama proses penanaman padi, antara lain:

1.   Tantangan serangan hama dan penyakit: Untuk mengatasi hal ini, kami perlu meningkatkan pemantauan dan pengendalian hama secara teratur, serta menggunakan metode pengendalian hayati dan pestisida yang tepat.

2.   Tantangan kekurangan air: Jika pasokan air terbatas, kami perlu mencari solusi seperti penggunaan teknik irigasi yang efisien atau pengelolaan air yang baik.

3.   Tantangan keterbatasan sumber daya: Kami perlu mencari bantuan dari pihak terkait, seperti lembaga pertanian atau organisasi non-pemerintah, untuk mendapatkan sumber daya yang diperlukan dalam penanaman padi.

Kami berkomitmen untuk terus belajar dan mengatasi kendala yang kami hadapi agar proses penanaman padi kami menjadi lebih baik di masa depan. (Red. Eep)


No comments

Powered by Blogger.