Menuju Sistem Pendidikan Berkelanjutan, Purwakarta Perluas Penerapan Permakultur di Sekolah

Local photo 2024 by Eep,  Momen pendalaman materi permakuktur


Purwakarta, 11 Agustus 2024 - Komitmen Dinas Pendidikan  Kabupaten Purwakarta untuk menjadikan sekolah sebagai pusat peradaban semakin nyata dengan digelarnya acara "Pendalaman Permakultur" di Bale Mandala Wangi SKB Purwakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh tim pengembang sekolah, guru PAUD, SD dan SMP, serta pemangku kepentingan dari Dinas Pendidikan dan Self Learning Institute (SLI).

Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Pendidikan, Sadiyah, M.Pd., menegaskan pentingnya sekolah untuk berpikir jauh ke masa depan, bukan hanya fokus pada kondisi saat ini. "Sekolah harus menjadi pusat peradaban dan mampu membentuk generasi yang peduli terhadap lingkungan," ujarnya.

Sementara itu, Direktur SLI menyampaikan bahwa acara ini merupakan upaya untuk merawat program Tatanen di Bale Atikan (TdBA) yang telah digulirkan sebelumnya. "Hari ini, kita akan melakukan refleksi terhadap penerapan permakultur di sekolah masing-masing dan juga membahas langkah awal untuk sertifikasi permakultur," jelasnya.

Salah satu narasumber utama dalam acara ini adalah Khoirul Anam, yang dikenal sebagai "Bapak Permakultur Indonesia". Melalui paparannya, Khoirul Anam memberikan wawasan mendalam tentang konsep dan praktik permakultur yang dapat diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan.

Saat ini, sudah ada 14 hektar lahan permakultur yang tersebar di sekolah-sekolah di Purwakarta. "Kita semua adalah pembelajar sepanjang hayat. Melalui program ini, kita dapat membangun sistem pendidikan yang berkualitas sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan," pungkas Direktur SLI.

Acara Pendalaman Permakultur ini diharapkan dapat semakin memperkuat komitmen sekolah-sekolah di Purwakarta untuk menerapkan praktik-praktik permakultur dalam pembelajaran dan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi pusat peradaban yang menghasilkan generasi yang peduli terhadap lingkungan dan menerapkan gaya hidup berkelanjutan.

Kontributor:  Eep

No comments

Powered by Blogger.