Kadisdik Resmikan Tajug Mandala Hyang di SDN 2 Cikopo pada Peringatan Hari Bambu Sedunia

 

Local Photo by. Tim, Momen peresmian

Purwakarta, 18/9/2024 – Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, Dr. H. Purwanto, M.Pd., secara resmi meresmikan Tajug Mandala Hyang, sebuah bangunan ikonik berarsitektur bambu yang menjadi simbol keberlanjutan dan kebudayaan di SDN 2 Cikopo (SDN Arboretum Bambu), pada peringatan Hari Bambu Sedunia yang ketiga. Acara tersebut juga dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Kepala Dinas Perpustakaan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Ketua Dewan Pendidikan, perwakilan BAZNAS, Bank BJB, Self Learning Institute, PGRI, dan Tim Pengembang Sekolah.

Dalam sambutannya, Dr. H. Purwanto, M.Pd  menekankan pentingnya pemahaman siswa terhadap bambu, yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber daya alam, tetapi juga memiliki nilai kebudayaan dan ekonomi yang tinggi. “Bambu selalu bersinggungan dengan kehidupan kita sehari-hari. Dengan adanya arboretum bambu ini, kami berharap siswa dapat memahami nilai penting bambu, serta menjadi bagian dari transformasi pendidikan dan pangan yang berbasis pada kelestarian lingkungan,” ungkapnya.

SDN 2 Cikopo telah menjadi sekolah percontohan dengan arboretum bambu, yang saat ini memiliki koleksi 43 jenis bambu dari berbagai negara. Dr. H. Purwanto menyampaikan apresiasinya atas upaya sekolah dalam mengintegrasikan konsep pelestarian lingkungan dengan pendidikan. “Sekolah ini tidak hanya mewariskan ilmu, tetapi juga kebudayaan, yang akan menciptakan generasi siswa dengan iman, ilmu, dan amal yang kuat,” lanjutnya.

Tajug Mandala Hyang, sebuah bangunan dengan filosofi spiritual, diharapkan menjadi pusat pengembangan karakter siswa. "Masjid ini adalah pondasi spiritual bagi siswa untuk memperkuat keimanan dan moralitas mereka, serta memakmurkan tempat ibadah ini dengan nilai-nilai kebaikan," ujar Dr. H. Purwanto.

Peringatan Hari Bambu Sedunia kali ini juga dihadiri oleh Panji Pawang Ular, yang akan menjadi mentor dalam kegiatan terkait lingkungan dan konservasi alam. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi para siswa untuk lebih mencintai alam dan memahami ekosistem yang ada di sekitarnya.

Dr. H. Purwanto menutup sambutannya dengan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam mewujudkan program pendidikan berbasis lingkungan ini. “Semoga inisiatif ini menjadi amal saleh bagi kita semua dan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya dalam memajukan pendidikan berbasis pelestarian alam.”

Dengan adanya Tajug Mandala Hyang dan program berbasis bambu di SDN 2 Cikopo, sekolah ini terus melahirkan generasi emas yang berkarakter, tangguh, dan peduli terhadap lingkungan.

 Kontributor : Eep

No comments

Powered by Blogger.