Live Streaming SMPN Ekologi Kahuripan Pajajaran bersama BBGP Jawa Barat: Membangun Pendidikan Berbasis Ekologi dan Spiritual

Local photo by. Eep, momen live streaming 


Purwakarta, 27 September 2024 – SMPN Ekologi Kahuripan Pajajaran mengadakan acara live streaming yang berkolaborasi dengan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Barat. Bertempat di Saung Kahuripan, acara ini menghadirkan  Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, H. Purwanto, M.Pd., Pengawas Pembina, Iis Kartis, M.Pd., Kepala Sekolah SMPN Ekologi, Ecep Kustiwa SS, M.Pd., dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Sopian, M.Pd.

Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, H. Purwanto, M.Pd., menegaskan pentingnya sekolah ekologi seperti SMPN Ekologi Kahuripan dalam mengatasi kesenjangan sosial, spiritual. Menurutnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta telah mengembangkan program unggulan, Tatanen di Bale Atikan (TdBA), yang mengedepankan pendidikan berbasis lingkungan sebagai solusi nyata.

Program TdBA bukan sekadar konsep, melainkan sebuah pendekatan revolusioner yang diterapkan di seluruh sekolah di Purwakarta. "Dengan mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan, spiritual, dan sosial ke dalam kurikulum, TdBA memungkinkan siswa memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam," ujar Purwanto.

Sekolah ekologi seperti SMPN Ekologi Kahuripan menjadi pionir dalam mengimplementasikan program ini. Di sini, siswa tidak hanya belajar secara akademis, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang peduli lingkungan, berkarakter, dan memiliki kesadaran spiritual yang tinggi. Konsep ini diharapkan mampu mencetak generasi masa depan yang lebih seimbang dalam menjalani kehidupan sosial dan alam. Ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam mewujudkan pendidikan yang selaras dengan alam dan kehidupan sosial,” ujar Kadisdik.

Kepala Sekolah SMPN Ekologi Kahuripan, Ecep Kustiwa SS, M.Pd., juga memaparkan kurikulum khas yang diterapkan di sekolah ini. Menurutnya, SMPN Ekologi Kahuripan mengintegrasikan kelas kecakapan seperti ekologi, tata boga, kesenian, keagamaan, kerajinan, dan literasi dalam pembelajaran. Selain itu, terdapat program mindfulness yang secara rutin dipandu oleh guru, dengan tujuan menanamkan kesadaran dan perhatian penuh siswa terhadap lingkungan dan diri mereka sendiri.

Pengawas Pembina, Iis Kartis, M.Pd., memberikan apresiasi terhadap kolaborasi seluruh warga sekolah yang berjalan dengan baik. Ia menekankan bahwa pelaksanaan kegiatan di sekolah ini dilakukan secara terstruktur, rapi, dan memberdayakan aset sekolah secara optimal. “Kemitraan yang kuat dan komunikasi yang baik dengan berbagai pihak telah dibangun, yang membuat semua program berjalan lancar,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Sopian, M.Pd., menjelaskan model pembelajaran Pancaniti yang diterapkan di SMPN Ekologi Kahuripan. Model ini memadukan pendidikan berkesadaran dengan konsep mindfulness, di mana siswa diajak untuk berinteraksi langsung dengan alam melalui pembagian zona pembelajaran. “Kami ingin membentuk karakter siswa yang CERDAS, yang merupakan akronim dari Capable, Ecology, Religious, Discipline, Affectionate, dan Sociable,” ungkapnya. Sopian juga menambahkan bahwa pembelajaran di sekolah ini bersifat fleksibel, dengan mengedepankan interaksi siswa dan alam serta melibatkan orang tua melalui program parenting.

Dengan berbagai inovasi dalam sistem pendidikan yang diterapkan, SMPN Ekologi Kahuripan Pajajaran diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga peka terhadap lingkungan, memiliki nilai-nilai spiritual yang kuat, serta berkontribusi pada kesejahteraan sosial. (Tim/ep)

No comments

Powered by Blogger.