PENGUATAN MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM TATANEN DI BALE ATIKAN MELALUI PENDEKATAN OUTCOMES HARVESTING

local photo 2025 by. eep

Merefleksi, menguatkan, dan memanen hasil kebaikan. Program Tatanen di Bale Atikan terus bertumbuh di pelosok Purwakarta. Saatnya kita jaga dan kuatkan dampaknya melalui pendekatan Outcomes Harvesting!

Purwakarta, 29 April 2025 — Dalam rangka memperkuat keberlanjutan dan efektivitas Program Tatanen di Bale Atikan (TdBA), Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta menggelar kegiatan Penguatan Monitoring dan Evaluasi melalui pendekatan Outcomes Harvesting yang dilaksanakan di Bale Mandala Wangi. Kegiatan ini diikuti oleh Tim Pengembang jenjang SD dan SMP serta para Pengawas sekolah.

Hadir sebagai narasumber, Muhammad Efrizal dari Self Learning Institut yang membawakan materi terkait metode Outcomes Harvesting sebagai pendekatan reflektif untuk menangkap perubahan yang telah terjadi dari implementasi TdBA di berbagai satuan pendidikan.

Kabid Pembinaan Kelembagaan, Dodi Winandi, MM., dalam sambutannya menegaskan bahwa TdBA sudah menjangkau pelosok-pelosok Purwakarta. "Kita harus mempertahankan keberadaan program ini dan menjadikannya sebagai bagian dari pembiasaan di sekolah," ujarnya.

Sementara itu, Kasi PTK menyampaikan bahwa TdBA harus tumbuh menjadi kesadaran kolektif dalam pembentukan karakter peserta didik. “Substansi dari TdBA adalah pada dampaknya terhadap karakter siswa dan lingkungan sekolah yang lebih tertata. Program seperti SRA (Sekolah Ramah Anak) dan PAK (Pendidikan Agama dan Karakter) adalah wujud nilai-nilai yang saling menguatkan,” ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi momen penting untuk meninjau kembali capaian-capaian TdBA serta menyusun strategi ke depan agar program ini terus relevan, berdampak, dan mengakar dalam kehidupan sekolah. Melalui Outcomes Harvesting, peserta diajak untuk merefleksikan hasil nyata yang telah dicapai dan mengidentifikasi pembelajaran dari proses yang telah berlangsung.

Dengan semangat kolaborasi dan refleksi, TdBA diharapkan menjadi gerakan pendidikan yang tak hanya menyentuh ranah kognitif, tetapi juga membentuk karakter ekologis siswa yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungannya.


Kontributor:  Eep

No comments

Powered by Blogger.